Jokowi Harus Belajar dari Lannister

Media massa kembali hangat membicarakan perihal pidato Presiden Jokowi, yang bisa dikatakan, anti-mainstream pada forum Plenary Session Annual Meeting IMF-World Bank yang diselenggarakan di Pulau Bali beberapa waktu yang lalu.

Beliau mencoba menganalogikan permasalahan ekonomi global saat ini dengan meminjam beberapa istilah dalam serial populer karya George R.R. Martin, Game of Thrones.

Tentu saja. Sebagai salah seorang penikmat GoT yang setia menunggu musim kedelapan yang belum kunjung dirilis itu, Jokowi sukses menarik perhatian saya untuk membahas masalah ini.

Meminjam slogan populer milik keluarga Stark, "Winter is Coming", Jokowi lewat pidatonya jelas sekali ingin menegaskan sebuah 'peringatan' kepada para pemimpin dunia khususnya negara-negara maju yang kerap melakukan praktik perang dagang di tengah lesunya perekonomian global.

Seperti yang kita ketahui, saat ini negara-negara besar tengah disibukkan dengan perebutan pengaruh dominasi ekonomi dunia layaknya klan-klan besar dalam semesta Westeros yang saling bertikai untuk memperebutkan singgasana tahta besi Seven Kingdom.

Berdasarkan logika Jokowi, para pemimpin negara besar tersebut terlalu berlarut-larut dibutakan oleh urusan perang dagang hingga lupa bahwasanya masih ada permasalahan global yang jauh lebih serius yang tengah menghantui kita semua, yakni perubahan iklim yang oleh Presiden Jokowi dianalogikan sebagai Evil Winter (mungkin maksudnya White Walker kali ya hehe hhe hhe).

But, it's okay. I like it.

Secara tersirat, pernyataan beliau secara tidak langsung telah menyindir sekaligus mengkritik kebijakan ekonomi intervensif yang dilakukan oleh Donald Trump terhadap Republik Rakyat Tiongkok yang juga mendapat reaksi balasan dari Xi Jinping.

Mereka sibuk menciptakan perang dagang yang malah menimbulkan banyak dampak negatif, terutama bagi perekonomian negara-negara berkembang. Salah satunya adalah negara tercinta kita, WkwkLand.

Menurut pendapat saya, analogi semacam ini memang tepat. Agaknya di mata saya, Jokowi telah sukses menyampaikan kritik tersebut lewat analogi yang unik dan tentu saja khas pemimpin kaum millenial.

Slogan Lannister yang Cocok untuk Jokowi

Keluarga Lannister kerap digambarkan sebagai pihak antagonis dalam serial ini. Mereka tak jarang diceritakan sebagai keluarga yang tamak akan kekuasaan dan sering menggunakan praktik-praktik licik untuk memuluskan segala ambisi mereka.

(Dari kiri ke kanan) Tyrion Lannister, Cersei Lannister, dan Jaime Lannister.

Tak heran, jika Jokowi lebih tertarik menggunakan slogan keluarga Stark ketimbang Lannister untuk menyelamatkan citra. Padahal keluarga Lannister ini terkenal sebagai salah satu keluarga yang cerdas dan berbakat, lho.

Tapi jika dipaksakan, bisa-bisa Jokowi malah bakal dicocoklogikan sebagai Joffrey Baratheon atau Tommen Baratheon yang semasa menjabat sebagai Raja Seven Kingdom, beberapa kebijakan mereka banyak yang disetir oleh emak mereka yang licik, yakni Bu Mega eh Cersei Lannister.

Selain itu, alasan lain kenapa Jokowi tidak memakai slogan resmi Lannister yang bertajuk "Hear Me Roar!" tersebut kemungkinan besar juga disebabkan karena slogan ini jauh lebih cocok dipakai cocote partisan FPI ketimbang Jokowi.

Meskipun begitu, masih ada satu lagi slogan Lannister yang juga tak kalah populer. Atau malah jauh lebih memorable karena lebih sering diucapkan dan juga memiliki kesan yang, katakanlah, lebih berkesan.

Slogan ini sebenarnya juga menunjukkan sisi lain dari keluarga Lannister yang dalam pemahaman saya sangat cocok untuk ditiru dan diterapkan oleh Jokowi jika tahun depan beliau masih pengin lanjut jadi Presiden :

"A Lannister always pays his debts."

Lannister selalu melunasi utang-utangnya. Lalu bagaimana dengan Jokowi? Udah lunas belom... anu, janji-janji kampanyenya? Hehe hhe hhe hhe ~

Belum lagi utang-utang luar negeri yang sekian triliun itu?

Gimana tuh Pak De? Lannister yang jahat aja bisa melunasi janji dan utang-utang mereka. Jenengan kapan?

Comments